Sunday, January 15, 2017

Bahan makanan mengandung protein

#
Konsumsi protein yang mengandung asam-asam amino esensial berdampak baik bagi perkembangan tubuh dan otak manusia terutama pada masa pertumbuhan. Anak-anak sebaiknya mengkonsumsi protein dalam jumlah yang cukup setiap hari.  
Kata ‘protein’ diambil dari bahasa Yunani protos yang artinya ‘pertama’. Pada abad ke-19, para peneliti menemukan bukti bahwa protein jauh lebih penting bagi kehidupan daripada lemak dan karbohidrat. Di tahun 1900 belum ada ilmu pasti yang menerangkan apa sebenarnya protein itu, meskipun 16 macam asam amino telah berhasil diisolasi. Di awal abad ke-20 ditemukan bahwa makanan mengandung berbagai protein, dan makanan ini membantu meningkatkan pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan.
Bertahun-tahun kemudian, pengetahuan akan struktur dan fungsi protein semakin meningkat. Semua protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen, serta beberapa protein mengandung atom belerang dalam molekul polimernya.
Hampir setengah dari berat kering sel hewan adalah protein. Banyak hormon, antibodi, enzim, dan bagian struktural dari sel merupakan protein. Variasi protein sangat luas, tergantung pada variasi kombinasi asam amino dan perbedaan urutan asam amino dalam polimer protein. Polimer protein juga mempunyai bentuk berbeda-beda, misalnya lurus, lingkar, atau lipat. Semua variasi ini berarti juga terdapat perbedaan sifat, rasa, dan tekstur protein makanan.
Tidak ada protein yang esensial dalam makanan manusia, tetapi beberapa asam amino ada esensial, yaitu delapan asam amino esensial bagi orang dewasa dan sepuluh bagi bayi. 


Seseorang bisa saja memakan banyak makanan berprotein tinggi namun tidak mengandung asam amino esensial. Tidak hanya kuantitas protein yang harus diperhatikan, tetapi juga kualitasnya, dan kualitas ini tergantung pada asam amino dalam molekul protein.
Banyak protein makanan yang kekurangan satu atau lebih asam amino esensial, misalnya gelatin yang kekurangan tritofan, sehingga gelatin merupakan protein tak lengkap.
Berbagai makanan mengandung asam amino esensial dalam persentase kecil, misalnya jagung dan terigu yang kekurangan lisin.
Tanaman mensintesis asam amino dan protein dari nitrogen di udara atau senyawa nitrogen dalam tanah. Sayangnya, protein tumbuhan biasanya kekurangan atau hanya sedikit sekali mengandung beberapa asam amino esensial.
Ketika hewan makanan tumbuhan, zat-zat kimia dalam sel hewan mendekomposisi protein kembali menjadi asam amino, kemudian mensintesis kembali beberapa asam amino menjadi asam amino esensial, dan selanjutnya sel hewan tersebut mengubah asam amino menjadi protein berkualitas tinggi. Sayangnya, sekitar 90% protein yang dimakan hewan dipakai sebagai sumber energi untuk menggantikan komponen sel dan untuk mensintesis senyawa-senyawa non protein. Hal ini berarti hanya 10% protein tumbuhan yang dimakan hewan berakhir menjadi protein hewan.
Untungnya, ketika kita mencerna daging, telur, atau susu, makanan yang kita cerna tersebut mengandung protein dengan hampir semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh manusia. Ketika tubuh memecah protein hewan, sebagian besar monomer asam amino yang dihasilkan disintesis kembali dalam sel sehingga membentuk protein yang dibutuhkan. Daging, ikan, susu, dan telur lebih diminati sebagai sumber protein daripada sumber tumbuhan karena adanya asam amino esensial dalam produk hewan serta mudahnya konversi protein hewan menjadi protein dalam sel manusia.
Protein seringkali dibagi dalam dua kategori, yakni protein kualitas tinggi dan protein kualitas rendah. Bila kedelapan asam amino esensial ada dalam molekul protein, protein itu masuk dalam kualitas tinggi dan disebut ‘lengkap’. Bila satu atau lebih asam amino tidak ada, kualitas protein tersebut menurun.
Semakin tinggi kualitas protein, semakin rendah jumlah yang dibutuhkan dalam makanan. Para ahli kesehatan merekomendasikan pemasukkan minimum perhari sekurangnya 45 gram protein kualitas tinggi atau 65 gram protein berkualitas rendah.
Di banyak negara, kualitas dan kuantitas protein yang ada bisa jadi sangat rendah sehingga kesehatan menjadi minim, terutama pada anak-anak.





0 comments:

Post a Comment