Thursday, January 19, 2017

Hampir semua kita menyukai Makanan Manis

#
Hampir semua orang menyukai makanan manis seperti es krim, selai, jeli, produk roti, coklat, berbagai sereal, kopi, dan ratusan makanan lainnya. Bahan alami yang disebut gula adalah karbohidrat sukrosa (C12H22O11), yang bisa diperoleh dari tebu dan bit. Tanaman tebu telah ditanam di India dan Cina sejak lebih dari 3000 tahun yang lalu. Kata ‘gula’ itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta carkara yang berarti ‘butiran pasir’.
Dari India, tebu melakukan perjalanan ke barat, dan pada akhir abad ke-15 dibawa ke Brazil dan Amerika Tengah. Gula mempunyai dua sifat fisik penting. Pertama, gula sangat larut dalam air. Pada 00C, 179 gram sukrosa akan larut dalam 100 mL air, dan pada 1000C, 487 gram akan terlarut. Tidak hanya sangat larut, tetapi gula juga membentuk kristal, sehingga dapat mudah dituangkan dan ditambahkan pada produk makanan seperti batangan permen. Satu ons gula mengandung 120 kalori, dan karena banyak orang mengkonsumsinya dalam jumlah besar, maka diusahakan untuk membuat substitusi gula. Usaha ini menghasilkan penggunaan pemanis non-nutritif. Dua macam pengganti gula yang paling banyak dipakai adalah sakarin dan natrium atau kalsium siklamat. Sakarin, yang pertama kali dibuat tahun 1879 merupakan bubuk kristal putih yang tak berbau, yang biasa dipakai dalam bentuk natrium sakarin yang mudah larut. Sakarin berkekuatan sekitar 550 kali lebih manis daripada sukrosa, tapi juga memiliki rasa pahit yang mudah dikenali. Sakarin dapat dibuat dari toluen (C6H5CH3) melalui serangkaian reaksi. Toluen sendiri dapat diperoleh dari minyak.

Sakarin

Siklamat berkekuatan 30 kali lebih manis daripada gula, namun pada tahun 1969 diketahui bahwa injeksi dosis tinggi natrium dan kalsium siklamat pada tikus penyebab kanker kandung kemih. Akibatnya, penggunaan siklamat dilarang, sehingga sakarin menjadi pemanis non-nutritif yang utama.
Penelitian dengan menggunakan tikus menunjukkan bahwa sakarin dalam dosis yang sangat besar juga menyebabkan kanker kandung kemih. Namun meskipun tidak ada bukti bahwa sakarin berefek sebaliknya pada manusia, hingga kini zat tersebut terus digunakan dalam minuman soda diet dan makanan diet. Ada suatu pengharapan bahwa suatu protein dengan rasa manis dapat dibuat.
Di masa depan bisa saja kita memakan makanan atau minuman yang dimaniskan dengan kandungan protein. Jika pemanisan makanan seperti ini menjadi kenyataan, kita akan mendapatkan produk dengan rasa manis yang tidak hanya rendah kalori, tapi juga bergizi tinggi. 

0 comments:

Post a Comment