Monday, January 16, 2017

Probiotik

#

Bakteri secara sederhana dapat dikelompokkan menjadi bakteri "baik" dan bakteri "jahat" atau patogen. Bakteri patogen inilah yang menyebabkan banyak penyakit seperti diare, tifus, tetanus, TBC, bahkan antraks. Kedua kelompok bakteri ini dapat hidup secara bersamaan dalam satu lingkungan. Apabila di lingkungan tersebut bakteri patogen lebih dominan, maka terjadilah penyakit.
Probiotik adalah produk penyokong kehidupan yang berisi bakteri atau mikroorganisme lain yang tergolong nonpatogen. Penambahan bakteri baik dari luar dalam jumlah yang banyak diharapkan akan mampu mengembalikan keseimbangan pada lingkungan yang terkena penyakit. Produk probiotik yang dibuat dalam bentuk makanan dikhususkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada saluran pencernaan, terutama usus.
Dalam usus manusia terdapat sekira 100-400 jenis bakteri yang disebut flora usus dengan jumlah yang bisa mencapai triliunan. Beberapa jenis bakteri yang tergolong baik dalam usus adalah golongan Bifidobacterium, Eubacterium, dan Lactobacillus (bakteri asam laktat). Sedangkan kelompok bakteri jahat di antaranya adalah Clostridium, Salmonella, Shigella, dan Candida.
Tidak semua bakteri baik dapat dimanfaatkan sebagai agen probiotik. Jenis yang dipilih harus mempunyai minimal satu dari karakteristik berikut :
1.   Memiliki aktivitas antimikroba. Dalam hal ini probiotik dapat berperan sebagai antibiotik alami. Beberapa jenis bakteri asam laktat mampu membentuk asam-asam organik, hidrogen peroksida dan bakteriosin. Senyawa-senyawa ini terutama bakteriosin dapat menyebabkan kematian pada bakteri lain.
2.   Resisten terhadap seleksi sistem saluran pencernaan seperti asam lambung, cairan empedu, dan getah pankreas. Apabila bakteri tidak memiliki karakteristik ini, maka bakteri tersebut akan mati sebelum mencapai usus.
3.   Memiliki aktivitas antikarsinogenik. Adanya senyawa karsinogenik seperti nitrosamin yang masuk ke saluran pencernaan, akan dapat dicegah penyerapannya oleh bakteri tersebut dengan membentuk selaput protein dan vitamin.
4.   Mampu berkoloni dalam saluran pencernaan. Bakteri probiotik harus memiliki kemampuan untuk bersimbiosis dengan flora usus, sehingga dapat melakukan proses yang diinginkan dan tidak cepat terbuang bersama tinja.
5.   Mampu meningkatkan kemampuan penyerapan usus. Beberapa penyakit seperti diare pada anak-anak dapat terjadi karena kurangnya enzim laktase dalam tubuh, sehingga saluran pencernaan tidak dapat mencerna susu. Bakteri asam laktat dapat menguraikan laktosa dalam susu yang dikomsumsi menjadi monosakarida glukosa dan galaktosa yang mudah dicerna.
Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai agen probiotik adalah golongan Lactobacillus. Jenis ini memiliki hampir semua karakteristik yang diperlukan. Lactobacillus juga dapat menurunkan pH lingkungan dengan mengubah gula menjadi asam laktat. Kondisi ini akan menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri patogen. Keistimewaan inilah yang membuat bakteri Lactobacillus menjadi agen untuk bermacam produk probiotik di seluruh dunia. Beberapa contoh yang telah dipasarkan adalah Lactobacillus casei strain Shirota, diproduksi perusahaan dari Jepang. Bakteri ini mampu mengkoloni-sasi usus, lalu Lactobacillus rhamnosus VTT E-97800 yang merupakan hasil penelitian VTT di Finlandia yang memiliki kemampuan antimikroba terhadap Candida dan patogen lain dalam saluran pencernaan. Lactobacillus reuteri dihasilkan perusahaan Biogaia, Swedia. Jenis bakteri ini efektif melawan penyebab diare pada anak-anak dengan menghasilkan antibakteri reuterin.
Perkembangan dalam penelitian probiotik menghasilkan produk-produk yang tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi manusia. Produk probiotik juga telah dibuat untuk pupuk pertanian, peternakan, perikanan, mengatasi permasalahan sampai, mempercepat degradasi kotoran, dan lain-lain.

0 comments:

Post a Comment