Sunday, January 15, 2017

Bahan makanan mengandung vitamin

Vitamin dapat didefinisikan sebagai zat-zat organik yang kimiawinya tak berkaitan satu sama lain, namun dikelompokkan bersama karena hanya terdapat secara alami dalam sistem hidup; esensial pada makanan dalam jumlah sangat sedikit; dan diperlukan untuk reaksi kimia tertentu. Berbeda dengan zat gizi lainnya, vitamin tidak berfungsi sebagai molekul awal yang dapat menghasilkan senyawa lain, juga tidak berperan sebagai sumber energi.
#
Vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata kita. Sumber alami untuk vitamin A adalah sayuran hijau dan buah-buahan segar. Oleh karena itu, setiap hari kita harus mengkonsumsinya setiap hari. Vitamin A larut dalam minyak nabati yang berasal dari tanaman yang kita konsumsi setiap hari.
Vitamin C sangat baik untuk membentuk kolagen pada kulit kita, sehingga kulit dan wajah kita akan terlihat cerah dan berseri. Selain itu karena tubuh kita memiliki daya tahan tubuh yang baik karena mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup setiap hari, terutama buah jeruk sebagai sumber vitamin C alami.
Di tahun 1930 penemuan besar terjadi dalam kimia vitamin pada saat beberapa vitamin diperoleh pertama kali dalam bentuk murni dan struktur molekul organiknya ditentukan. Dalam beberapa tahun, diidentifikasi molekul tiamin (vitamin B1), riboflavin (B2), dan asam nikotinat. Beberapa tahun selanjutnya dipelajari bahwa beberapa  vitamin tidak hanya esensial dalam makanan untuk mencegah penyakit, tetapi vitamin juga merupakan bagian dari koenzim
Koenzim adalah suatu zat yang harus ada bila enzim tertentu akan bekerja efektif sebagai katalis. Misalnya, salah satu enzim ragi yang terlibat dalam fermentasi gula menjadi alkohol membutuhkan koenzim yang mengandung molekul vitamin B1.
Berikut  ini diagram skematik bagaimana koenzim yang mengandung  vitamin bekerja mengaktivasi enzim:



Perlu dicatat bahwa sejumlah kecil dari sebagian mineral juga berperan sebagai koenzim bagi enzim-enzim tertentu, yaitu ion-ion logam Cu, Zn, Fe, Co, dan Mg. Ion-ion tersebut diperlukan  untuk menggabungkan ion negatif  pada suatu enzim dengan ion negatif  suatu zat ionik.
Tanpa ion logam positif di atas, enzim tidak dapat mengkatalis reaksi-reaksi tertentu. Agar lebih mudah, vitamin diklasifikasikan menurut kelarutannya dalam air, lemak, atau pelarut lemak seperti eter atau kloroform. Kelarutan ini menentukan nasib vitamin dalam tubuh.
Vitamin yang larut dalam air lebih mudah hilang daripada vitamin yang larut dalam lemak.
Fungsi koenzim dari semua vitamin yang larut dalam air diketahui dengan baik kecuali vitamin C.
Vitamin yang larut dalam lemak, yakni vitamin A, D, E, dan K, tidak tampak sebagai bagian dari koenzim tapi mempunyai banyak fungsi penting, misalnya vitamin D memiliki aktivitas mirip hormon.
Hanya hewan tingkat tinggi yang memerlukan vitamin yang larut dalam lemak dari sumber luar, sedangkan tanaman dan mikroorganisme memiliki kemampuan untuk mensintesis vitamin-vitamin tersebut.
Vitamin yang larut dalam lemak bila dimakan dalam dosis tinggi dapat terakumulasi sampai tingkat berbahaya dalam lemak tubuh. Misalnya orang yang mengkonsumsi vitamin D dalam jumlah sangat besar dapat menderita deposit mirip tulang dalam ginjal dan bahkan menderita retardasi mental. Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air biasanya diekskresikan dengan cepat dalam urine, sehingga mengkonsumsi dalam jumlah besar biasanya tidak berbahaya.




Berikut ini adalah daftar vitamin serta penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin:

Gejala-gejala Kekurangan Vitamin
Vitamin
Symptoms
thiamin
Beriberi: chiefly nervous and cardiovascular systems effected; mental confusion, muscular weakness, loss of ankle and knee jerks, painful calf muscles, enlarged heart.
Infatnile beriberi: aphonia (soundless crying), eventual cardiac failure
riboflavin
Angular stomatitis (fissures at the corners of the mouth), photophobia.
nicotinic acid
Pellagra: bilateral dermatitis particularly in areas exposed to sunlight diarrhea, irritability, mental confusion, eventually delirium or psychotic symptoms
folic acid
Gastrointestinal disturbances, diarrhea.
vitamin B12
Pernicious anemia, generally due to genetic lack of intrinsic factor. Dietary deficiency occasionally seen in strict vegetarians.
ascorbic acid
Scurvy: red, swollen, bleeding gums, poor wound healing, subcutaneous hemorrhage, swelling  of joints.
Vitamin A
Night blindness (nyctalopia).

Meskipun hanya dalam jumlah kecil, vitamin sangat penting bagi sel hidup untuk dapat berfungsi normal. Kemampuan vitamin untuk mencegah berbagai penyakit serta pentingnya vitamin sebagai aktivator enzim tertentu menjadikan vitamin sebagai salah satu kelompok zat gizi yang paling penting. 


0 comments:

Post a Comment