
Makanan mengandung zat kimia yang esensial bagi
kehidupan, yang disebut nutrients (zat gizi). Orang biasanya tidak memikirkan
tentang gizi ketika mereka makan, melainkan hanya untuk memuaskan rasa lapar
atau karena makanan itu rasanya enak. Namun belakangan ini perhatian pada
bidang nutrisi dan kandungan gizi dalam makanan semakin meningkat. Oleh karena
itu, industri makanan kini menghabiskan banyak biaya untuk mempromosikan nilai
gizi yang terkandung dalam produknya.
Proses nutrisi yakni proses memakan makanan,
menghilangkan sampah, serta berbagai reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh
suatu organisme hidup.
Khusus bagi ilmu kimia, kata nutrition (nutrisi) berarti
pemasokan zat-zat yang diperlukan untuk hidup, sedangkan berbagai zat kimia
yang diperlukan tubuh disebut nutrients (nutrien/gizi).
Bila suatu organisme hidup tidak dapat mensintesis (atau
sintesis tidak mencukupi) suatu zat gizi tertentu, zat gizi tersebut disebut
essential (esensial), yang berarti harus dipasok dari luar. Contoh zat gizi
esensial antara lain adalah air dan beberapa asam amino yang diperlukan
dalam sintesis protein. Zat gizi
esensial seperti ini diperoleh dengan memakan makanan yang cocok.
Perlu dicatat bahwa ada zat gizi yang penting tapi tidak
esensial, misalnya glukosa (yakni gula yang terdapat pada aliran darah) yang
sangat penting untuk fungsi otak, tetapi tidak digolongkan sebagai zat gizi
esensial karena dapat disintesis oleh sel tubuh dari bahan kimia lain.
Hanya sedikit zat yang digolongkan sebagai zat gizi, dan
zat-zat kimia tersebut datang dari sumber makhluk hidup maupun benda mati. Zat
gizi dapat dibagi ke dalam enam kategori, yaitu karbohidrat, lemak, protein,
vitamin, mineral, dan air.
Pengelompokkan
Zat Gizi
Nutrient
|
Organic/Inorganic
|
Provides Energy?
|
carbohydrates
fats
proteins
vitamins
minerals
water
|
organic
organic
organic
organic
inorganic
inorganic
|
Yes
yes
yes
no
no
no
|
0 comments:
Post a Comment